Ihram Haji dan Umroh Bagian 1

thumb-img
0 Comments

Ihram merupakan kata yang diambil dari bahasa arab ‘Al-Haram’ yang berarti terlarang atau tercegah. Dan dinamakan ihram karena seseorang yang masuk kedalam rangkaian prosesi ibadah haji dan umroh dengan niatnya, maka dia dilarang berkata dan beramal dengan hal-hal tertentu, seperti jima’, menikah, berucap ucapan kotor, dan lain-sebagainya. Dari sini dapat diambil satu definisi syar’i bahwa ihram adalah salah satu niat dari dua nusuk (yaitu haji dan umrah) atau kedua-duanya secara bersamaan.

Secara singkat ihram adalah pekerjaan pertama yang dilakukan oleh seseorang yang akan melakukan ibadah umroh atau haji, yaitu dengan berniat untuk memulai manasik umroh dan atau haji, yang waktu pelaksanaanya sebagaimana dijelaskan pada artikel yang sudah berlalu Macam-macam Umroh.

Sebelum melakukan ihram ada beberapa pekerjaan yang disunnahkan untuk dilakukan:

1. Mandi, sekalipun bagi wanita yang sedang haidh atau nifas. Rasulullah memerintahkan Asma’ binti ‘Umais istri Abu Bakr As-Siddiq yang baru saja melahirkan dan masih dalam kondisi nifas untuk mandi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir Radhiyallahu ‘anhu.

فَخَرَجْنَا مَعَهُ حَتَّى أَتَيْنَا ذَاالْحُلَيْفَةِ فَوَلَدَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ عُمَيْسٍ مُحَمَّدَ بْنَ أَبِيْ بَكْرٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ كَيْفَ أَصْنَعُ؟ قَالَ : اغْتَسِلِيْ وَاسْتَثْفِرِيْ بِثَوْبٍ وَ احْرِمِيْ
Lalu kami keluar bersama beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tatkala sampai di Dzul Hulaifah, Asma binti ‘Umais melahirkan Muhammad bin Abi Bakr, lalu ia (Asma) mengutus (seseorang untuk bertemu) kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dan berkata): ‘Apa yang aku kerjakan? Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Mandilah dan beristitsfarlah (memakai pembalut) kemudian ihram. (HR. Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Dan apabila tidak mendapatkan air, maka seseorang yang hendak ihram tidak perlu untuk melakukan tayamum.

2. Disunnahkan untuk mengoleskan minyak wangi ke badan ketika akan melakukan ihram, sebagaimana yang disampaikan oleh ‘Aisyah radiyallahu ‘anha,

كُنْتُ أُطَيِّبُ النَّبِيَّ لإِحْرَامِهِ قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ وَلِحِلِّهِ قَبْلَ أَنْ يَطُوْفَ بِاْلبَيْتِ
Aku memakaikan wangi-wangian kepada nabi untuk ihramnya sebelum berihram dan ketika halalnya sebelum thawaf di Ka’bah. (Muttafaqun ‘alaihi)

Dan mengoleskan minyak wangi hanya diperbolehkan pada anggota badan, bukan pada pakaian ihram, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَلْبِسُوْا ثَوْبًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ وَ لاَ الْوَرْسُ
Janganlah kalian memakai pakaian yang terkena minyak wangi za’faran dan wars. (Muttafaqun alaih)

Semoga Allah mudahkan kita semua bisa melaksanakan ibadah haji dan umroh, barokallahu fikum

bersambung …..

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Call Now Button