Dubes Saudi Pastikan Umrah Tetap Aman, Ini 3 Poin Pentingnya

Beberapa hari terakhir, kabar soal insiden keamanan di kawasan Teluk termasuk serangan di Bandara Riyadh membuat sebagian calon jemaah bertanya-tanya: apakah berangkat umrah sekarang masih aman?
Kabar menenangkan datang langsung dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amodi. Dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat malam, 16 Oktober 2026, beliau memastikan jemaah umrah Indonesia tetap aman dan ibadah dapat berjalan dengan normal. Berikut tiga poin penting dari pernyataan tersebut, beserta artinya bagi Bapak/Ibu yang sedang merencanakan perjalanan.
- Keamanan Jemaah Umrah Jadi Prioritas Kerajaan
Dubes Amodi menegaskan bahwa keamanan warga Saudi, pengunjung, dan jemaah umrah menjadi prioritas pemerintah Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. "Kerajaan Arab Saudi tentu akan mengambil tindakan-tindakan yang semestinya," ujarnya, merujuk pada langkah-langkah pengamanan yang sudah disiapkan untuk melindungi semua orang yang berada di wilayah Saudi.
Beliau juga menyampaikan jaminan yang paling ditunggu jemaah Indonesia: "Kami memastikan bahwa jemaah umrah Indonesia tetap aman, dan ibadah dapat berjalan dengan normal."
- Kondisi di Dalam Negeri Saudi Stabil, Ibadah Berjalan Normal
Meski ada serangkaian serangan dari kelompok Houthi, Dubes Amodi menyebut kondisi di dalam negeri Arab Saudi saat ini kondusif, stabil, dan aman. Kegiatan ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan seperti biasa.
Pernyataan ini selaras dengan keterangan pemerintah Indonesia sebelumnya. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sudah menegaskan bahwa umrah belum dilarang dan tidak ada jemaah Indonesia yang menjadi korban langsung insiden keamanan tersebut.
- Saudi Tetap Mengedepankan Perdamaian
Di sisi lain, Dubes Amodi menjelaskan bahwa langkah pengamanan itu diiringi komitmen Kerajaan Saudi untuk mengedepankan perdamaian. Menurutnya, pihak Houthi terus menolak upaya damai dan memilih eskalasi militer, sehingga Arab Saudi sesuai hukum internasional berhak membela kedaulatan wilayahnya serta melindungi warga dan pendatang yang tinggal di sana.
Artinya, situasi kawasan memang masih dinamis, tetapi perlindungan terhadap jemaah menjadi bagian dari langkah resmi pemerintah Saudi, bukan sekadar imbauan.
Apa Artinya bagi Jemaah?
Jaminan ini datang dari perwakilan tertinggi pemerintah Arab Saudi di Indonesia, sehingga cukup kuat untuk menjawab keraguan soal keberangkatan umrah. Rencana umrah tetap bisa dijalankan. Yang perlu tetap diperhatikan adalah pilihan rute penerbangan: pemerintah Indonesia sebelumnya mengimbau jemaah mengutamakan penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah dan mewaspadai rute transit di kota yang wilayah udaranya terdampak.
Yang Perlu Bapak dan Ibu Lakukan
- Tidak perlu membatalkan rencana umrah otoritas Saudi dan pemerintah Indonesia sama-sama memastikan kondisi jemaah aman.
- Diskusikan rute penerbangan dengan travel Anda, utamakan penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah.
- Pantau sumber resmi: Kemenhaj, Kemlu RI, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah hindari menyimpulkan dari kabar yang belum jelas sumbernya.
- Bagi yang sudah di Tanah Suci, tetap tenang, fokus beribadah di Makkah dan Madinah, dan batasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar dua kota tersebut.
Perlu diingat, situasi kawasan bisa berubah sewaktu-waktu. Informasi di atas berlaku sesuai keterangan resmi per tanggal yang disebutkan, jadi tetap pantau kabar terbaru dari pihak berwenang.