Umrah di Bulan Agustus? Jangan Lupa Kenali Lima Hidangan ini Sebelum Berangkat Bersama Sunnah Travel
Perjalanan umrah bukan sekadar menempuh jarak dari tanah air menuju Tanah Suci. Ia adalah perjalanan rohani, sekaligus kesempatan bagi setiap jemaah untuk mengenal adat dan kebiasaan bangsa lain. Salah satu cara paling mudah untuk mengenal suatu bangsa adalah dengan mengenal apa yang biasa dimakannya. Sebab dari meja makan pula, dapat terlihat sejarah, iklim, dan pergaulan suatu masyarakat.
Bagi jemaah asal Indonesia yang hendak berangkat ke Makkah dan Madinah, ada baiknya lebih dahulu mengenal beberapa hidangan yang lazim disantap penduduk Arab Saudi. Dengan mengetahuinya sejak dari rumah, jemaah tidak akan kebingungan memilih menu begitu tiba di negeri orang, dan ibadah pun dapat dijalankan dengan tenang, tanpa disibukkan oleh urusan makan yang sebetulnya dapat diketahui lebih dahulu.
1. Mutabbaq, Jajanan Populer di Sekitar Dua Masjid

Bagi yang gemar mencicipi jajanan, mutabbaq pantas dicoba. Makanan ini terbuat dari adonan tipis, diisi daging cincang, telur, bawang, dan aneka rempah, kemudian dipanggang hingga kulitnya renyah. Mutabbaq mudah dijumpai di sekitar Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, dan harganya pun tidak memberatkan kantong. Rasanya yang gurih membuat lidah orang Indonesia mudah menerimanya, sehingga tidak jarang jemaah menjadikannya camilan sehabis beribadah.
2. Ta'miah, Gorengan Sederhana yang Mengenyangkan

Selanjutnya ada ta'miah, gorengan khas Timur Tengah yang bahannya dari kacang fava atau buncis, dicampur ketumbar, peterseli, bawang putih, dan rempah lainnya. Bagian luarnya renyah, bagian dalamnya lembut. Penduduk setempat biasa menyantapnya sebagai menu sarapan atau camilan, ditemani roti pita, sayuran segar, dan saus tahini. Bagi jemaah yang menginginkan makanan ringan namun tetap mengenyangkan, ta'miah menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.
3. Kunafa, Makanan Manis yang Memanjakan Lidah

Bagi yang gemar makanan manis, kunafa tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kue ini dibuat dari adonan tipis menyerupai bihun, dipadukan dengan keju lembut atau krim, dipanggang hingga berwarna keemasan, lalu disiram sirup manis. Perpaduan renyah di luar dan lembut di dalam membuat kunafa disukai, baik oleh penduduk setempat maupun wisatawan dari negeri jauh. Biasanya kunafa dinikmati bersama teh atau kopi Arab, sebagai penutup setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
4. Nasi Mandi, Hidangan dengan Daging yang Empuk

Photo by Salsabila on Pinterest
Ada pula nasi mandi, yang sepintas terlihat mirip dengan kabsa, hingga kerap membingungkan orang yang baru mengenalnya. Perbedaannya terletak pada cara memasak daging, yang dibiarkan matang secara perlahan hingga sangat empuk. Nasinya sendiri dimasak dengan kaldu, sehingga rasa gurih meresap sampai ke dalam. Karena porsinya cukup besar, nasi mandi sering menjadi pilihan bila jemaah hendak makan bersama keluarga atau rombongan, sebagaimana layaknya makan bersama yang menumbuhkan rasa kebersamaan.
5. Kabsa, Hidangan yang Mewakili Bangsa

Di antara segala hidangan Arab Saudi, kabsa boleh dikatakan yang paling penting kedudukannya. Nasi ini dimasak dengan bumbu, lalu disajikan bersama daging ayam, kambing, atau bahkan unta, menurut selera dan kemampuan yang menyediakannya. Aroma khasnya berasal dari kapulaga, kayu manis, cengkih, dan saffron, yang bila dipadukan menghasilkan rasa kaya namun tetap seimbang. Di rumah-rumah penduduk setempat, kabsa biasa dihidangkan ketika menyambut tamu atau merayakan hari besar. Jemaah tidak perlu khawatir mencarinya, sebab hampir di setiap rumah makan di Makkah dan Madinah, kabsa selalu tersedia.