Bimbingan Haji & Umrah Sesuai Sunnah

LOGIN

Fakta Tersembunyi di Balik Makam Rasulullah di Masjid Nabawi

Kategori : Keutamaan, Berita, Ditulis pada : 11 September 2026, 13:14:25

Raudhah.jpg

Tak sedikit jemaah yang menangis begitu berdiri di depan Mawajahah, area di Masjid Nabawi tempat mereka menyampaikan salam kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Namun banyak yang belum tahu, apa yang mereka lihat dari balik kisi-kisi itu sebenarnya bukan makam Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam secara langsung.

Makam Rasulullah berada di sebuah ruang khusus bernama Kamar Suci Nabi atau Sacred Prophetic Chamber, di bagian tenggara Masjid Nabawi. Di tempat yang sama, dua sahabat sekaligus khalifah pertama dan kedua, Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu dan Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu, turut dimakamkan.

Di balik kawasan yang begitu dihormati umat Islam ini, ternyata menyimpan sejumlah fakta sejarah yang jarang diketahui jemaah kebanyakan.

Dimakamkan di Tempat Beliau Wafat

Lokasi pemakaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bukan dipilih sembarangan. Sepeninggal beliau, sempat muncul perdebatan soal di mana sebaiknya jenazah dimakamkan, ada yang mengusulkan dekat mimbar, ada pula yang mengusulkan Baqi.

Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu kemudian mengingatkan sebuah hadis yang pernah ia dengar langsung dari Rasulullah, bahwa seorang nabi tidak pernah dimakamkan kecuali di tempat ia wafat. Karena itu, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dimakamkan tepat di kamar tempat beliau menghembuskan napas terakhir, yaitu kediaman Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Rasulullah wafat pada usia 63 tahun, setelah sekitar 14 hari mengalami sakit.

Tiga Makam dalam Satu Ruangan

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak sendirian di Kamar Suci Nabi. Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu, yang wafat pada usia yang sama dengan Rasulullah, dimakamkan di sampingnya sesuai wasiat yang ia sampaikan semasa hidup. Setelah itu, giliran Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu yang juga dimakamkan di tempat yang sama.

Dengan begitu, ada tiga makam yang bersanding di kawasan yang dulunya merupakan bagian dari rumah Aisyah Radhiyallahu 'Anha ini:

  1. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam
  2. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu
  3. Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu

Tidak Bisa Dilihat Langsung

Meski jutaan jemaah setiap tahun mendatangi kawasan ini untuk menyampaikan salam, lokasi pasti makam Rasulullah tetap tak terlihat oleh mata. Kamar tempat makam berada dilindungi berlapis-lapis dinding dan penghalang, dengan kisi-kisi besar di bagian depan sebagai batas antara jemaah dan area Kamar Suci.

Ada tiga bukaan berbentuk lingkaran pada kisi-kisi tersebut, masing-masing menandai posisi ketiga makam. Bukaan terbesar di sisi kiri menghadap makam Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bagian tengah menandai posisi Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu, dan sisi kanan menghadap Umar Radhiyallahu 'Anhu. Namun dari bukaan itu pun, makam ketiganya tetap tidak tampak.

Dulunya Rumah Aisyah Radhiyallahu 'Anha

Fakta menarik lain, kawasan yang kini jadi salah satu titik paling dimuliakan dalam Islam ini dulunya adalah rumah sederhana atau hujrah milik Aisyah Radhiyallahu 'Anha, salah satu dari sekian rumah para istri Rasulullah yang berdekatan dengan Masjid Nabawi. Seiring perluasan masjid dari masa ke masa, kawasan bekas rumah tersebut akhirnya menyatu menjadi bagian dari kompleks Masjid Nabawi seperti yang dikenal sekarang.

Dilindungi Berabad-Abad Lamanya

Perlindungan terhadap makam Rasulullah terus diperkuat sepanjang sejarah. Salah satu dinding di sekitar kamar dibangun pada 91 H, pada masa Umar bin Abdul Aziz, untuk mencegah orang memasuki area makam secara langsung. Pada 678 H, Al-Zahir Baybars membangun struktur pelindung setinggi sekitar tiga meter.

Setelah kebakaran besar Masjid Nabawi pada 886 H, Sultan Al-Ashraf Qaitbay melakukan rekonstruksi dan memperkuat kawasan tersebut dengan struktur besi. Belakangan, pada masa Kesultanan Utsmaniyah, Sultan Mahmud II mengganti kubah di atas Kamar Suci setelah ditemukan retak, dan kubah baru itu kemudian dicat hijau pada masa Sultan Abdul Mejid, menjadi kubah hijau yang kini dikenal sebagai salah satu ciri khas Masjid Nabawi.

Selamat dari Dua Kebakaran Besar

Masjid Nabawi tercatat pernah mengalami dua kebakaran besar dalam sejarahnya, pada 645 H dan 886 H, yang terakhir dipicu sambaran petir ke salah satu menara masjid saat bulan Ramadan. Dalam kedua peristiwa itu, kawasan makam Nabi tetap dijaga dan diperlakukan secara khusus, meski bagian lain masjid mengalami kerusakan cukup parah.

Mengenal Mawajahah

Di sekitar Kamar Suci terdapat area yang dikenal sebagai Mawajahah, tempat jemaah menghadap untuk menyampaikan salam kepada Rasulullah. Di area ini terdapat penanda arah menuju posisi ketiga makam, serta kutipan Surah Al-Hujurat ayat 3 tentang adab merendahkan suara di hadapan Nabi, yang terpasang di atas kisi-kisi.

Bagi jemaah yang berencana ziarah ke Masjid Nabawi, memahami fakta-fakta ini bisa menambah kekhusyukan saat berdiri di depan Mawajahah. Sunnah Travel selalu menyiapkan waktu ziarah yang cukup dalam setiap program perjalanan ke Madinah, agar jemaah tidak sekadar lewat, tapi benar-benar meresapi momen bersejarah tersebut.


Artikel ini disusun berdasarkan data dan pemberitaan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), 9 September 2026.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id