Aturan Terbaru Masuk Hijr Ismail 2026: Jadwal Resmi, Tuntunan Sunnah, dan Adab yang Perlu Diketahui

Shalat di dalam Hijr Ismail adalah salah satu keutamaan yang sangat dirindukan jemaah haji dan umrah. Namun agar ibadah ini bernilai di sisi Allah, kita perlu memahaminya sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, sekaligus mematuhi aturan terbaru dari otoritas Masjidil Haram. Berikut panduan lengkapnya.
Apa Itu Hijr Ismail?
Hijr Ismail adalah area setengah lingkaran berpagar dinding rendah di sisi utara Ka'bah. Rasulullah ﷺ menyebutnya al-Hijr atau al-Jadr. Nama "Hijr Ismail" adalah sebutan yang populer di tengah masyarakat.
Secara sejarah, fondasi Ka'bah yang dibangun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimassalam mencakup area ini. Namun ketika suku Quraisy membangun ulang Ka'bah sebelum masa kenabian, bagian tersebut tidak ikut dibangun karena keterbatasan biaya, sehingga bentuknya seperti yang kita lihat sekarang.
Dalil Keutamaannya
Keutamaan Hijr Ismail didasarkan pada hadits-hadits shahih berikut.
Pertama, Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang dinding (al-jadr) tersebut, apakah termasuk bagian dari Baitullah. Beliau menjawab, "Ya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kedua, Rasulullah ﷺ bersabda kepada Aisyah: "Shalatlah di Hijr jika engkau ingin masuk ke dalam Baitullah, karena ia adalah bagian dari Baitullah. Akan tetapi kaummu menganggapnya kurang (biaya) ketika membangun Ka'bah, lalu mereka mengeluarkannya dari bangunan." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i. At-Tirmidzi menilainya hasan shahih, dan Al-Albani menilainya shahih)
Artinya, shalat di dalam Hijr Ismail sama dengan shalat di dalam Ka'bah. Rasulullah ﷺ sendiri pernah shalat dua rakaat ketika masuk ke dalam Ka'bah (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Penting: Bukan Bagian dari Manasik Umrah atau Haji
Banyak jemaah mengira umrahnya belum sempurna jika belum shalat di Hijr Ismail. Anggapan ini keliru.
Shalat di Hijr Ismail tidak termasuk rukun, wajib, maupun sunnah dalam rangkaian umrah atau haji. Umrah dan haji Anda tetap sah dan sempurna meskipun tidak sempat masuk ke dalamnya. Ia adalah keutamaan tambahan, sehingga tidak boleh diraih dengan cara yang menyakiti sesama Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Mendorong, menyikut, atau berdesakan hingga menyakiti jemaah lain demi meraih amalan sunnah justru bisa menghilangkan pahala yang dicari.
Jadwal Resmi Terbaru (Berlaku Sejak Juni 2026)
Pada 23 Juni 2026, Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengumumkan jadwal khusus masuk Hijr Ismail, sebagai bagian dari upaya mengatur pergerakan jemaah di Masjidil Haram:
| Jemaah | Waktu Masuk (Waktu Arab Saudi) |
|---|---|
| Wanita | Setiap hari, pukul 06.00–09.00 pagi |
| Pria | Setiap hari, pukul 22.00–01.00 dini hari |
Pemisahan jadwal pria dan wanita ini patut disyukuri, karena menjaga agar pria dan wanita tidak berdesakan bercampur di area yang sempit.
Perhatian: jadwal ini menggantikan aturan tahun 2024, yaitu pria pukul 08.00–11.00 pagi dan wanita pukul 20.00–02.00 malam. Jika Anda menemukan informasi dengan jadwal lama tersebut, informasinya sudah tidak berlaku.
Catatan Waktu Terlarang Shalat bagi Jemaah Wanita
Jadwal wanita dimulai pukul 06.00 pagi, yang bisa bertepatan dengan waktu terbitnya matahari di Makkah. Padahal terdapat larangan shalat sunnah mutlak sejak matahari terbit hingga naik setinggi tombak, yaitu kira-kira 15 menit setelah terbit.
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian ulama membolehkan shalat kapan saja di Masjidil Haram, berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Wahai Bani Abdi Manaf, janganlah kalian melarang seorang pun thawaf di rumah ini dan shalat kapan saja ia mau, malam atau siang." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Sementara ulama lainnya tetap memberlakukan larangan tersebut. Untuk kehati-hatian, jemaah wanita dianjurkan menunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit sebelum memulai shalat di Hijr Ismail, atau mengikuti arahan pembimbing ibadah. Masih tersedia cukup waktu hingga pukul 09.00.
Aturan Teknis di Lapangan
1. Batas waktu 10 menit. Sejak aturan resmi 2024, setiap pengunjung dibatasi maksimal 10 menit di dalam Hijr Ismail. Gunakan untuk shalat dua rakaat dan berdoa, lalu segera keluar.
2. Masuk dari sisi barat, keluar dari sisi timur. Titik masuk dipusatkan di barikade sisi barat dekat pancuran emas (Mizab), dan jemaah diarahkan keluar melalui sisi timur. Petugas keamanan (askar) mengarahkan jemaah masuk secara bertahap dalam kelompok kecil.
3. Petugas sesuai jadwal. Petugas perempuan mengawasi sif pagi, sedangkan petugas laki-laki bertugas pada sif malam.
Tuntunan Sunnah Saat di Dalam Hijr Ismail
- Shalat sunnah dua rakaat, sebagaimana Rasulullah ﷺ shalat dua rakaat di dalam Ka'bah.
- Berdoa dengan doa apa saja yang baik, dalam bahasa apa pun. Tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk dibaca di Hijr Ismail, jadi berhati-hatilah terhadap buku atau selebaran yang menyebut "doa khusus Hijr Ismail".
- Tidak ada tuntunan mengusap-usap dinding Hijr Ismail atau kiswah untuk mencari berkah. Yang dicontohkan Rasulullah ﷺ untuk disentuh hanyalah Hajar Aswad dan Rukun Yamani saat tawaf.
Meluruskan Anggapan yang Keliru
Sebagian orang meyakini bahwa Nabi Ismail 'alaihissalam dan ibunda Hajar dimakamkan di dalam Hijr Ismail. Tidak ada riwayat shahih yang menetapkan hal tersebut. Karena itu, jemaah tidak perlu meyakininya atau melakukan amalan tertentu atas dasar anggapan ini.
Ketentuan Tawaf: Wajib di Luar Hijr Ismail
Karena Hijr Ismail adalah bagian dari Ka'bah, sedangkan Allah memerintahkan tawaf mengelilingi Baitullah (QS. Al-Hajj: 29), maka tawaf wajib dilakukan dari luar Hijr Ismail. Rasulullah ﷺ bertawaf di luar Hijr. Menurut jumhur ulama, putaran tawaf yang melintas di dalam Hijr tidak sah dan harus diulang. Kesalahan ini sering terjadi pada jemaah yang memotong jalur saat mataf padat, jadi pastikan Anda memahaminya sejak manasik.
Tips Praktis
- Datang lebih awal. Antrean biasanya terbentuk sebelum jam akses dibuka.
- Pastikan sudah berwudhu sebelum mengantre, agar tidak kehilangan giliran.
- Siapkan doa yang ingin dipanjatkan, supaya waktu 10 menit dimanfaatkan dengan maksimal.
- Jemaah lansia dan yang kurang sehat tidak perlu memaksakan diri. Keselamatan lebih utama, dan umrah Anda tetap sempurna tanpanya.
- Selalu konfirmasi jadwal kepada pembimbing atau petugas di lokasi, karena otoritas Masjidil Haram bisa menyesuaikan jadwal sewaktu-waktu, terutama pada musim haji dan Ramadhan.
Ingin beribadah di Tanah Suci sesuai tuntunan sunnah, didampingi pembimbing yang memahami dalil sekaligus aturan terbaru di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi? Hubungi Sunnah Travel untuk informasi paket Haji Khusus dan Umrah.
Sumber rujukan: Saudi Press Agency (23 Juni 2026), Saudi Gazette (23 Juni 2026 dan 13 November 2024), Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa'i, Sunan Ibnu Majah.